Langsung ke konten utama

Postingan

Pendakian Gunung Kembar (Part 3)

Sekarang kita udah tersesat arah tujuan. Ngga tau lagi mau kemana. Buat sekedar mencari ketenangan aja, kita foto-foto lagi. Kebetulan ada pemandangan langka, samudera awan. Asli ini tjakeeep banget ! Kita foto-foto dulu, baru tiba-tiba kita nemu ide. Kita ke welirang. Dari puncak gunung kembar 2 terlihat gunung kembar 1 dan gunung welirang menyambung. Atau setidaknya begitulah yang terlihat dari sini. Kita turun lagi, menuju lembah antara gunung kembar 1 dan 2. Ternyata turun nya lumayan serem. Karena ngga ada yang bisa dijadikan pegangan, pohon-pohon renggang plus pijakan yang berupa tanah berpasir kerikil bikin kita wajib waspada berjalan. Sampai dibawah kita langsung cuss lanjut lagi mendaki puncak gunung kembar 1. Ternyata buat trek yang satu ini 3x lebih curam. Rasanya jadi seperti mendaki gunung-gunung di jawa barat, dengkul ketemu dagu. Banyak juga ranting-ranting lumayan besar jatuh di jalur, menghalangi pandangan. Dari punggungan gw terpisah jauuh ban...

Pendakian Gunung Kembar (Part 2)

Kita melihat jam tangan, pukul 17.00. udara mulai terasa dingin. Kita buru-buru memasang tenda, setelah tenda sudah dibangun, kita sempatkan buat foto-foto dulu. Udah puas, kita langsungg masak menu makan malam. Menu saat itu, ikan asin tumis kacang panjang, plus petis madura. Untung chef gorak jago masak ala-ala outdoor. Wangi khas petis sangat menyengat bikin hidung dimanjain. Saat kita hendak mulai makan, kami merasa ada yang janggal. Sensor indra kami berdua sama-sama menangkap ada binatang dibelakang dan samping tenda kami. Mungkin tertarik karena aroma petis kita yang menyebarkan aroma amis yang kuat. Pas gw tengok belakang... eng ing eng...! Permukaan tenda bergerak-gerak. Ada yang menekan-nekan permukaan tenda sehingga terlihat jelas menonjol-nonjol kedalam. Bentuknya seperti moncong binatang yg cukup besar, di sebelah kiri dan belakang tenda. Ah sabodo teuing, kita laper. Kita lanjut makan aja, gapeduli binatang apa ...